HUBUNGAN ANTARA RIWAYAT ISPA DAN DIARE DENGAN TUMBUH KEMBANG ANAK USIA 1-5 TAHUN DI POSYANDU DESA CETAN KABUPATEN KLATEN

  • Rina Astuti Akademi Kebidanan Bhakti Putra Bangsa Purworejo
Keywords: Riwayat penyakit ISPA, Diare, Tumbuh kembang anak.

Abstract

Pada tahun 1996 menunjukkan kasus ISPA di Indonesia sebanyak 426.056 dan kasus Diare sebanyak 3.099.962. Pada tahun 2008 berdasarkan surrvei di kabupaten Klaten untuk penyakit ISPA dan Diare meningkat terus 2,79% (2006), 3,75 (2007) dan 4,49% (2008). Sedangkan untuk Diare 1,10% (2006), 1,56% (2007) dan 1,61% (2008), tumbuh kembang berdasarkan survei masih adanya 25% gizi kurang dan 5% gizi buruk. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional subyek penelitian semua ibu yang mempunyai anak usia 1-5 tahun yang mempunyai riwayat penyakit ISPA dan Diare yang menimbang di posyandu desa Cetan dengan jumlah sampel sebanyak 69 orang. Penelitian ini menggunakan uji statistik chi-square nilai p yang diperoleh sebanyak 0,001 (p < 0,05) yang berarti bahwa ada hubungan antara riwayat penyakit ISPA dan Diare dengan tumbuh kembang anak usia 1-5 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Odd Ratio (OR) yang diperoleh sebanyak 18,947 yang menunjukkan anak yang memiliki riwayat penyakit ISPA dan Diare berpeluang 18,947 kali mengalami tumbuh kembang yang tidak sesuai dengan usianya di bandingkan anak yang tidak memiliki riwayat penyakit ISPA dan Diare. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan sebagai berikut. Kejadian ISPA dan diare pada anak usia satu sampai lima tahun di Posyandu Desa Cetan masih cukup tinggi yaitu 18,8%. Secara umum, tumbuh kembang anak usia satu sampai lima tahun di Posyandu Desa Cetan memiliki perkembangan yang baik (59,4%). Ada hubungan antara riwayat penyakit ISPA dan Diare dengan tumbuh kembang anak balita usia 1-5 tahun di Posyandu Desa Cetan (p < 0,05).

Published
2019-12-14