HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA MASSA DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DI DESA SEBOROKRAPYAK KECAMATAN BANYUURIP KABUPATEN PURWOREJO

  • Nurma Ika Zuliyanti Akademi Kebidanan Bhakti Putra Bangsa Purworejo
  • Khotimatuz Zahro Akademi Kebidanan Bhakti Putra Bangsa Purworejo
Keywords: media massa, Pengetahuan kesehatan reproduksi.

Abstract

Latar Belakang Penelitian : Masa remaja merupakan masa peralihan antara masa kanak – kanak dan masa dewasa, yang dimulai pada saat terjadinya kematangan seksual yaitu antara usia 11 tahun sampai dengan 20 tahun, yaitu menjelang masa dewasa muda. Media massa adalah alat-alat dalam komunikasi yang bisa menyebarkan pesan secara serempak, cepat kepada audience yang luas dan heterogen. Hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan pada remaja di Desa Seborokrapyak, Kecamatan   Banyuurip, Kabupaten Purworejo dari 10 responden yang diwawancarai, mengungkapkan bahwa mereka lebih suka menggunakan media social untuk mencari informasi tentang kesehatan reproduksi.

Tujuan Penelitian :Diketahuinya hubungan penggunaan media massa dengan tingkat pengetahuan      remaja            tentang kesehatan reproduksi di Desa Seborokrapyak, Kecamatan Banyuurip.

Metode Penelitian :Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu semua remaja Desa Seborokrapyak, Kecamatan Banyuurip.Sampel penelitian sebanyak 33 remaja.Tehnik sampling yang     digunakan, menggunakan accidental sampling.Penelitian dilakukan pada tanggal 3 April-5 April 2015 menggunakan lembar  kuesioner.  Analisa  data  dilakukan  dengan  menggunakan  uji  statistic Spearman Rank menggunakan bantuan program SPSS For Windows.

Hasil  Penelitian  :  Responden  yang  memiliki  tingkat  pengetahuan  kurang berjumlah 6 responden (15.2%) dan jumlah remaja yang frekuensi penggunaan media massanya rendah berjumlah 5 responden (15.2%).

Simpulan : Ada hubungan yang significan antara tingkat pengetahuan remaja dengan penggunaan media massa,  dengan koefisien  korelasi sebesar  0,450 (sedang).

Saran : Agar selalu memanfaatkan media massa untuk menambah pengetahuan

tentang kesehatan reproduksi.

Published
2020-05-17