PERILAKU KEHAMILAN, PERSALINAN DAN NIFAS TERKAIT DENGAN BUDAYA KESEHATAN PADA MASYARAKAT JAWA DI WILAYAH KABUPATEN SUKOHARJO

  • Arum Pratiwi
  • Siti Arifah
Keywords: Perilaku Budaya Sehat, Hamil dan Nifas

Abstract

Indonesia merupakan suatu negara yang terdiri dari berbagai suku, salah satunya adalah suku jawa. perbedaan suku akan menyebabkan berbeda dalam adat istiadat yang dilakukanya. Penelitian ini bertujuan menganalisis perilaku kesehatan yang berhubungan dengan budaya dan adat istiadat suku jawa untuk menjawab pertanyaan penelitian tentang bagaiman pengalaman keluarga tentang perilaku ibu hamil dan nifas. Metode penelitian ini kualitatif dengan desain fenomenologis. Sampel diambil dengan tehnik snowball sampling , yang masing-masing kecamatan diambil 10%, Sampel berjumlah 21 keluarga kemudian dipilih 6 orang dari salah satu anggota keluarga tersebut yang mempunyai anggota keluarga sedang hamil atau nifas,untuk dilakukan interview secara mendalam. Hasil penelitian diskriptif , dari sampel diseluruh kabupaten sukoharja rata-rata 50%-75% masih melalukan upacara penguburan placenta, mempunyai pantangan dan kebiasaan yang harus dilakukan pada saat hamil, mempunyai pantangan dan kebiasaan yang harus dilakukan saat nifas. Melalui tahapan analisis kualitatif dan content analisis teridentifikasi alasan perilaku ibu hamil dan nifas adalah terkait dengan budaya untuk mempertahankan kesehatan individu dan keluarga menurut persepsi keluarga. Perilaku yang menjadi pantangan ketika hamil diataranya adalah tidak boleh kerokan, tidak boleh minum panas dan ketika nifas adalah tidak boleh banyak gerak sampai 40 hari, tidak boleh banyak minum. Sedangkan yang dianjurkan ketika hamil diantaranya minum jamu sehat dan ketika nifas antra lain memakai pilis, duduk kaki lurus dan rapat serta minum jamu Upacara pembuangan placenta pada umumnya dikuburkan atau dihanyutkan ke sungai dengan alasan agar tidak dimakan binatang buas. Perjalan sampai penguburan placenta dimasukan kendil kemudian digendong bapak. Alat penyerta dalam pembuangan ini pada umumnya adalah jarum, benang, pensil, dan empon- empon. Temuan yang didapatkan dalam penelitian ini adalah teridentifikasinya alasan keluarga yang mempunyai perilaku budaya pada masa kehamilan dan nifas adalah dalam upaya mempertahankan kesehatanya. Pada  penelitian lebih lanjut bisa dilakukan dengan menspesifikan pada masalah perilaku budaya tertentu.

Published
2019-12-13